Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang dan PD PAL Kota Banjarmasin Membahas Penanganan Pengolahan Air Limbah

Penghujung tahun 2017 Perusahaan Daerah Pengelola Air Limbah (PD PAL) Kota Banjarmasin mendapat kunjungan kembali, kali ini PD PAL Kota Banjarmasin dikunjungi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang. Setiap kunjungan kerja yang didapat oleh PD PAL Kota Banjarmasin merupakan sebuah kehormatan dikarenakan hal tersebut dapat dijadikan sebagai injeksi positif untuk terus meningkatkan kinerja dan performa Perusahaan. Adapun maksud dan tujuan dilakukannya kunjungan kerja oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang ke PD PAL Kota Banjarmasin yaitu berkaitan dengan keseriusan dalam penanganan sanitasi kota terutama dalam hal mengolah limbah rumah tangga. Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup akan melakukan pembangunan IPAL Terpadu. Diskusi kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh Direktur PD PAL Kota Banjarmasin dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang. Adapun yang dibicarakan yaitu sejarah berdirinya PD PAL Kota Banjarmasin, cakupan wilayah layanan pengolahan air limbah yang ada di Banjarmasin, tarif yang diterapkan pada PD PAL Kota Banjarmasin serta kendala yang ada di lapangan.
Sanitasi memang bukan urusan biasa, namun urusan yang harus ditangani serius baik dari Pemerintah Daerah itu sendiri bekerja sama dengan lembaga dan masyarakat. Perlunya kesadaran masyarakat akan kelestarian lingkungan sangat berpengaruh terhadap tingkat sanitasi di Kota tersebut. Sadar sanitasi sejak dini juga perlu ditanamkan kepada anak anak sebagai generasi penerus. Pemerintah pusat pun menangani sanitasi secara serius melalui program nasional 100-0-100 yang sering disebut Universal Access. Program nasional tersebut mencakup 100 untuk target prosentase pencapaian air minum layak, 0 untuk target prosentase permukiman kumuh, dan 100 untuk target prosentase sanitasi layak di akhir tahun 2019. Menurut catatan Kementerian PUPR, capaian pembangunan infrastruktur sanitasi per 2013 untuk sektor air limbah sudah mencapai 60,9%. Tetapi untuk mencapai target 100% di akhir tahun 2019, masih ada kendala sebesar 39% atau masih ada 80 juta penduduk belum bisa mengakses sanitasi layak saat ini dan perlu menjadi perhatian. Hal tersebut menggambarkan bahwa sanitasi memang harus ditangani secara serius di masing-masing daerah di Indonesia. Tidak hanya tugas Pemerintah saja, namun masyarakat dari berbagai kalangan pun harus ikut ambil andil dalam urusan sanitasi, karena sanitasi merupakan urusan kita bersama.

Leave a Reply