KUNJUNGAN KERJA PEMERINTAH KABUBPATEN BOGOR DAN BADAN REGULATOR PELAYANAN AIR MINUM DKI JAKARTA

Sanitasi yang tidak memadai di daerah-daerah pedesaan dan perkotaan telah memiliki konsekuensi berat bagi kesehatan. Telah diperkirakan bahwa sanitasi dan higiene yang buruk menyebabkan setidaknya 120 juta jenis penyakit dan 50.000 kematian prematur setiap tahunnya. Sanitasi yang buruk identik dengan wilayah permukiman yang padat dan kumuh. Hal tersebut menjadi perhatian dan urusan bersama masing masing Pemerintah Daerah. Pentingnya sanitasi terutama dalam hal mengolah limbah membuat Pemerintah Kabupaten Bogor melalui beberapa instansi melakukan penyusunan Draft Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Air Limbah Domestik Kabupaten Bogor. Beberapa instansi di Kabupaten Bogor terkait hal tersebut di atas melakukan Studi Banding ke Perusahaan Daerah Pengelola Air Limbah (PD PAL) Kota Banjarmasin. Tujuan studi banding tersebut yaitu ingin mengetahui dan mempelajari Perda Air Limbah di Kota Banjarmasin dan ingin mengetahui sistem yang digunakan dalam mengelola air limbah domestik di Kota Banjarmasin.

Tidak hanya Kabupaten Bogor, Daerah Khusus Ibukota Jakarta melalui Badan Regulator Pelayanan Air Minum juga melakukan kunjungan kerja ke PD PAL Kota Banjarmasin. Dilakukannya kunjungan kerja tersebut berkaitan dengan rencana penggabungan PAM Jaya dan PD PAL oleh Pemda DKI Jakarta. Kunjungan kerja tersebut bermaksud untuk mengumpulkan informasi dan pengalaman pengelola integrasi air limbah.

Harapan dari PD PAL Kota Banjarmasin melalui studi banding yang dilakukan ini yaitu semakin menambah pengetahuan, inovasi bertukar pengalaman untuk kemajuan sanitasi terutama pengolahan air limbah di masing masing daerah dan membawa manfaat untuk masyarakat dari semua kalangan.

 

[envira-gallery id=”1163″]

Leave a Reply