Profil

Pengelolaan terhadap sanitasi khususnya air limbah rumah tangga, menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, ketika dampak negatif mulai dirasakan seperti ancaman terhadap kesehatan manusia, pencemaran air tanah serta badan air (sungai) dan lain sebagainya. Banjarmasin sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Selatan saat ini sedang mengalami pertumbuhan fisik dan ekonomi yang cukup pesat, untuk itu Kota Banjarmasin yang dipersiapkan sebagai kota perdagangan berusaha untuk dapat mencukupi berbagai kebutuhan fasilitas perniagaan, sehingga diharapkan sangat tepat menjadi kota metropolitan.

Sejak tahun 1995 / 1996, Pemerintah Kota Banjarmasin telah melaksanakan pembangunan prasarana perkotaan secara intensif dan terpadu melalui Program Pembangunan Prasarana Kota Terpadu (P3KT). Program ini merupakan bagian dari Kalimantan Urban Development Project (KUDP) yang dananya mendapat bantuan pinjaman dari Bank Dunia dengan IBRD No.3854 IND. Salah satu sektor yang ditangani adalah prasarana sanitasi yang diwujudkan dengan Pembangunan Sistem Sanitasi Terpusat (off-site system) yang merupakan Pilot Project bagi Kota Banjarmasin.

Pada tahun 1998, UPT PAL dibentuk melalui SK Walikota No. 173 dan kemudian pada tahun 2000 melalui SK Walikota No.0151 manajemen UPT-PAL berada di bawah naungan PDAM BANDARMASIH. Tahun 2005 dibentuk studi kelayakan Perusahaan Daerah Pengelola Air Limbah Kota Banjarmasin yang kemudian pada tanggal 24 Agustus 2006 berdirilah PD PAL Kota Banjarmasin yang tertera pada Peraturan Daerah Kota Banjarmasin No. 3 tentang Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah Kota Banjarmasin. Pembentukan PD PAL Kota Banjarmasin ini sesuai dengan visi Kota Banjarmasin sebagai kota industri, jasa, dan perdagangan, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dibidang pengolahan air limbah, pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan.

Perusahaan Daerah Pengelola Air Limbah (PD PAL) Kota Banjarmasin dipimpin oleh 1 (satu) orang Direktur, 2 (dua) orang Kepala Bidang yaitu Bidang Umum dan Bidang Teknik serta 4 (emapat) orang Kepala Seksi yaitu Kepala Seksi Umum dan Keuangan, Kepala Seksi Hubungan Langganan, Kepala Seksi Jaringan dan Pengolahan, dan Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi. Perusahaan Daerah Pengelola Air Limbah (PD PAL) Kota Banjarmasin memiliki 3 (tiga) orang Badan Pengawas yang bertugas mengawasi pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahan Daerah sertta menyampaikan hasil penilaiannya kepada Walikota.

Teknologi pengolahan air limbah yang diterapkan PD PAL Kota Banjarmasin dalam mengolah air limbah rumah tangga adalah Teknologi yang bernama Rotating Biological Contactor (RBC). Rotating Biological Contactor (RBC) merupakan unit yang menggunakan piringan (disk) yang berputar sebagai media tempat tumbuh-lekatnya bakteri. Piringan yang berputar dengan kecepatan rendah ini (12 rpm) digerakkan oleh motor dan sebagian tercelup (sekitar 40 % dari luas piringannya) di dalam air limbah. Diameter piringan antara 10 – 12 ft, cukup besar, cocok untuk pengolahan limbah cair yang debitnya besar. Kontak antara bakteri dengan oksigen terjadi pada saat piringan berputar setelah tercelup dalam air, jadi pada saat itu bakteri bernapas dan pada saat tercelup di dalam air bakteri memakan limbah cair tersebut. Kapasitas minimal yang diolah dengan cukup efisisen adalah 400 m3/ hari.

Disamping teknologi utama Rotatical Biological Contactor (RBC),instalasi dilengkapi dengan bangunan-bangunan tambahan sebagai unit proses pelengkap lainnya. Bangunan dan unit proses dimaksud adalah Bar Screen, Sump Well,Rotatical Biological Contactor, Clarifier dan desinfeksi. Adapun prosesnya dimulai dari air limbah rumah tangga yang mengalir dari kloset atau wastfle melalui jaringan perpipaan PD PAL dengan system gravitasi melewati beberapa bangunan pelengkap yaitu IC (Inspection Chamber), Menhole, dan PS (Pump Station) yang akhirnya air limbah rumah tangga tersebut menuju RSPS (Raw Sawage Pump Station). RSPS merupakan kolam pengumpul pertama sebelum dialirkan ke RBC (Rotatical Biological Contactor) dengan bantuan pompa. Ketika air limbah rumah tangga sudah masuk ke dalam RBC dimulailah proses pengolahan air limbah menjadi air bersih kembali dengan beberapa tahapan.

Air limbah rumah tanggan masuk ke pengendapan awal, kemudian mengalir ke modul RBC yang di dalamnya ditumbuh dan melekat bakteri mikroorganisme pengurai. Proses penguraian system biologis tersebut berlangsung selama 24 jam secara terus menerus yang akhirnya dialirkan kembali ke pengendapan akhir sebelum menuju badan sungai. Air limbah yang telah diolah menjadi air bersih kembali dialirkan ke badan sungai dengan baku mutu sesuai Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 4 Tahun 2007 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri, Hotel, Restoran, Rumah Sakit, Domestik dan Perdagangan.

PD PAL Kota Banjarmasin saat ini telah memiliki 6 (enam) unit IPAL yang sudah beroperasi. 6 wilayah tersebut diantaranya, IPAL Lambung Mangkurat, IPAL Pekapuran Raya, IPAL HKSN, IPAL Basirih, IPAL Tata Banua dan IPAL Sungai Andai. Masing masing daerah pelayanan memiliki pelanggan yang harus dilayani. Saat ini PD PAL Kota Banjarmasin masih runtin melakukan sosialisasi kepada warga agar tumbuh kesadaran terhadap kebersihan lingkungan terutama sungai. Untuk mewujudkan sungai Kota Banjarmasin yang bersih dibutuhkan kerja sama antara Pemerintah dan masyarakat.