SANITASI PROGRAM PRIORITAS

Setiap tahunnya urusan sanitasi menjadi program prioritas Pemerintah daerah di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan Indonesia menempati peringkat ke 2 di dunia sebagai Negara dengan sanitasi terburuk. Penyebab sanitasi buruk di Indonesia yaitu sebagian besar masyarakat melakukan BAB sembarangan di berbagai tempat. Kebiasaan buruk tersebutlah yang menjadikan Indonesia masih belum memiliki tingkat sanitasi yang baik. Padahal sanitasi berkaitan erat pula dengan tingkat kesehatan di suatu daerah. Sarana dan prasarana sanitasi yang tidak cukup baik dapat berpengaruh pada penyebaran penyakit penyakit. Salah satu sarana dan prasarana pendukung sanitasi yaitu IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah). Tiap daerah penting memiliki IPAL, yang mana bertugas mengelola limbah rumah tangga di suatu daerah. Instalasi Pengelolaan Air Limbah membantu untuk mewujudkan sanitasi yang baik. Hal tersebut sudah diterapkan di Kota Banjarmasin. Pemerintah Kota Banjarmasin yang serius menangani tentang sanitasi memiliki Perusahaan Daerah Pengelola Air Limbah (PD PAL) dengan sistem perpipaan. Tidak hanya itu saja, peran serta dan kesadaran masyarakat pun diperlukan untuk mewujudkan sanitasi yang baik. Masyarakat harus meninggalkan kebiasaan buruk buang BAB disembarang tempat atau membuang limbah rumah tangga lainnya terutama di sungai. Kota Banjarmasin terkenal dengan sebutan Kota Seribu Sungai. Jika sebagian besar masyarakatnya belum sadar, maka sungai sungai di Kota Banjarmasin akan tercemar dengan limbah rumah tangga. Sosialisasi dan penyuluhan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin melalui PD PAL Kota Banjarmasin untuk mengedukasi masyarakat agar mengerti akan pentingnya mengolah limbah rumah tangga.
Tidak hanya Kota Banjarmasin saja, beberapa waktu yang lalu Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang dan Kota Palopo melakukan kunjungan kerja ke PD PAL Kota Banjarmasin. Kegiatan tersebut berkaitan dengan akan dibangunnya Instalasi Pengelolaan Air Limbah Skala Kota yang mana merupakan wujud keseriusan dalam urusan sanitasi. Dalam kegiatan kunjungan kerja tersebut banyak informasi yang didapat dan mungkin saja bisa diaplikasikan di PD PAL.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang membawa langsung perwakilan masyarakat yang terkena dampak dari limbah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik. Dengan mengajak langsung perwakilan masyarakat diharapkan dapat membuka pikiran dan wawasan tentang pentingnya mengolah air limbah rumah tangga yang merupakan investasi jangka panjang untuk anak cucu. Anggota DPRD Kota Palopo yang didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Palopo dalam kunjungan kerjanya juga bermaksud untuk mendapatkan referensi dan bahan perbandingan tentang Raperda Pengelolaan dan Pengembangan sistem air limbah domestik.
Banyak upaya yang dilakukan oleh masing masing Pemerintah Daerah untuk mewujudkan sanitasi yang baik di Indonesia. Tidak hanya Pemerintah Daerah saja, namun kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola air limbah rumah tangga juga sangat diperlukan.

Leave a Reply