Sebagian Besar Pembuangan Tinja Kota Banjarmasin Memprihatinkan

Sumber : Seputar Kota Edisi 159 Jum’at 23 Mei 2014
Banjarmasin, SK- Direktur Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah (PD PAL) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Muh. Muhidin, ST, MM mengakui sebagian besar pembuangan limbah rumah tangga berupa tinja di Banjarmasin sangat memprihatinkan
Masalahnya bak penampungan tinja (septic tank) yang dibuat setiap rumah tangga di kota berpenduduk sekitar 730.000 jiwa ini, tidak sesuai standar sehingga tinja tetap mengalir ke lingkungan perairan, kata Muhidin di Banjarmasin, Kamis.
Ketika ditanya di sela-sela desiminasi mengenai air limbah di sebuah hotel di Banjarmasin, Muhidin menyebutkan akibat kenyataan tersebut maka air sungai Banjarmasin tidak sehat terkontiminasi bakteri coli, jika air minum menyebabkan kolera dan diare.
Dari 636 sampel dari 285 titik lokasi yang diteliti PD Pal di Banjarmasin ternyata kualitas air menurun yakni tercemar bakteri coli, dan secara kimiawi air yang diteliti tersebut 75 persen dari sumber tersebut tidak memenuhi baku mutu air minum yang parameternya dinilai dari unsur nitrat, nitrit, dan mangan, katanya.
Dari sekian tempat pembuangan tempat pembuangan tinja di Banjarmasin hanya sekitar empat persen atau 6000 rumah yang benar benar sesuai standar, padahal itupun dibangunkan pemerintah melalui PD PAL, seharusnya seluruh pembuangan limbah harus dikelola dengan baik.
Oleh karena itu PD Pal melakukan berbagai upaya penyuluhan dan desiminasi agar masyarakat mengetahui pentingnya septic tank yang benar, agar air sungai Banjarmasin menjadi bersih bisa dimanfaatkan untuk minum dan keperluan lainnya
Padahal jika warga yang mampu membuat sendiri septic tank yang benar PD Pal bersedia saja melakukan pemasangan yang baik secara gratis, karena dana Rp 14 miliar bantuan Australia yang disalurkan melalui Departemen Pekerjaan Umum siap digunakan untuk keperluan tersebut.
Desiminasi bertema “Pengelolaan Air Limbah yang Tepat dan Benar Lingkungan Sehat Masyarakat Sehat.” Mengundang seluruh batuan kerja perangkat daerah (SKPD), akademisi, tokok agama, dan pihak pengembang perumahan, serta masyarakat umum termasuk kalangan media massa.
Menurut dia, desiminasi itu bertujuan membangun Banjarmasin sehat, dengan begitu masyarakat bisa menyadari betapa pentingnya menciptakan sanitasi yang sehat. Keberadaan sanitasi erat kaitannya dengan ketersediaan air baku. SK

Leave a Reply