Tinja Cemari Seluruh Aliran Sungai di Banjarmasin

Sumber : www.kapanlagi.com

jambanHampir seluruh aliran sungai baik besar maupun kecil yang banyak terdapat di dalam kota Banjarmasin tercemar tinja atau kotoran manusia.

Direktur Perusahaan Daerah (PD) Istalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Banjarmasin, Muhidin. MT kepada ANTARA, Selasa mengatakan pencemaran dari tinja menjadikan kondisi air sungai mengandung bakteri jenis coli yang cukup membahayakan bagi kesehatan lingkungan masyarakat.

Hampir terlihat di mana-mana air sungai dan air lingkungan pemukiman penduduk tercemar berat tinja manusia, karena kebiasaan warga yang membuang tinja langsung ke sungai, ujarnya.

Dampak dari tingginya tingkat pencemaran tinja atau bakteri coli menjadikan penting rehabilitasi kondisi air dengan pengolahan secara benar.

Pencemaran tinja ke air sungai di dalam kota Banjarmasin, selain budaya masyarakat r yang sebagian masih suka buang air besar langsung ke sungai, juga akibat “septec tank” atau tempat penampungan tinja rumah penduduk yang tidak memenuhi standar sehat lingkungan.

“Septec tank” kebanyakan pada rumah penduduk termasuk di kawasan perumahan hanya seadanya, sehingga air tinja mengalir ke mana-mana.

Volume tinja yang mencemari lingkungan bisa dihitung untuk setiap orang warga penduduk buang hajat sekitar 60 gram per hari, dengan jumlah penduduk kota Banjarmasin saat ini mencapai 700 ribu jiwa.

Bukan hanya pencemaran tinja yang tinggi, kondisi lingkungan Banjarmasin tetapi juga buangan air limbah rumah tangga lainnya juga tinggi, ditambah pencemaran industri dan sebagainya akhirnya air kota Banjarmasin sudah tidak sehat lagi.

Tujuan pendirian PD Ipal dimaksudkan untuk mencegah pencemaran air limbah dan air limbah rumah tangga dan industri itu kemudian diolah hingga bersih agar lingkungan juga bersih.

Pihak PD Ipal sudah melakukan upaya untuk perbaikan air lingkungan tersebut dengan mendirikan tiga titik lokasi pengolahan air limbah di Jalan Lambung Mangkurat dan Pekapuran Raya serta Jalan HKSN Banjarmasin maka kini berhasil meng-cover sedikitnya 900 pelanggan, khususnya perhotelan, rumah sakit, pertokoan, dan sebagian rumah tangga.

Sehingga air limbah dari pelanggan tersebut tak langsung ke lingkungan tetapi diolah dulu hingga bersih baru bisa dipergunakan atau dikocorkan ke sungai dan lingkungan.

Pihak PD Ipal sendiri akan berusaha menciptakan lingkungan Banjarmasin bersih dari limbah, makanya ke depan PD Ipal menargetkan sampai 14 titik lokasi Ipal lagi agar bisa meng-cover pelanggan di seluruh Banjarmasin.

Dalam upaya mewujudkan keinginan tersebut sekarang sudah dikerjakan beberapa proyek besar pemasangan sistem perpipaan dalam upaya mengolah air limbah tersebut.

Melalui melalui dana APBN, PD Ipal membangun menambah berbagai fasilitas sistem perpipaan, khususnya pipa primer.

Terdapat 14 titik lokasi pengembangan Ipal di Banjamasin edepan, seperti Lambung Mangkurat dan Pekapuran Raya dan Jalan HKSN sudah terwujud, sementara ke depan dikembangkan di S Parman, Pekauman, Karang Mekar, Kampung Melayu, Gatot Soebroto, Kayu Tangi, Sultan Adam, Belitung, Pemurus, Pramuka, serta kawasan Teluk Dalam.

Untuk mewujudkan pengembangan 14 lokasi itu t maka dipasang pipa besar di tiga lokasi hasil bantuan pemerintah pusat, seperti pemasangan pipa air limbah PVC diameter 600 mm sepanjang 780 meter dan pipa PVC diameter 400 mm sepanjang 1,788 meter.

Pemasangan pipa ini di sepanjang Jalan KS Tubun, Jalan Kol Soegiono, Jalan jenderal A Yani terus ke Jalan Pangeran Antasari, pemasangan pipa air limbah PVC diameter 300 mm sepanjang 517 meter, pemasangan pipa ini dilaksanakan sekitar kawasan nelayan.

Sementara pekerjaan ketiga pemasangan pipa air limbah diameter 300 mm sepanjang 720 meter di sekitar perumahan HKSN Banjarmasin.

Bila pekerjaan sistem perpipaan air limbah tersebut berhasil dengan baik, maka diharapkan ada satu per lima air limbah yang ada di dalam masyarakat kota Banjarmasin bisa tertangani dengan baik, setidaknya dari jumlah wilayah itu akan tidak ada lagi air limbah.

Leave a Reply